Gaya belajar seseorang merupakan kombinasi
dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi.
Michael Grinder, pengarang Righting the Education conveyor Belt, telah
mengajarkan gaya-gaya belajar dan mengajar kepada banyak instruktur. Dari
penelitiannya, menurut Michael Grinder terdapat beberapa cara belajar yang
paling efektif diantaranya adalah :
Visual (belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas
bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual,
yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal
ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak /
dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang
berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat
peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang
mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka
gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan
agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di
otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan
visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas,
anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan
informasi.
Ciri-ciri gaya belajar visual :
² Bicara agak cepat
² Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
² Tidak mudah terganggu oleh keributan
² Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
² Lebih suka membaca dari pada dibacakan
² Pembaca cepat dan tekun
² Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi
tidak pandai memilih kata-kata
² Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
² Lebih suka musik dari pada seni
² Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal
kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang
untuk mengulanginya
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar,
diagram dan peta.
2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya
ke dalam gambar.
Auditori (belajar dengan cara mendengar)
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicarasedang2 saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya
melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus
memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya
belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal
dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang
disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara
dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang
minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat
menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
² Saat bekerja
suka bicaa kepada diri sendiri
² Penampilan
rapi
² Mudah
terganggu oleh keributan
² Belajar
dengan mendengarkan dan mengingat apa yang
didiskusikan dari pada yang dilihat
² Senang
membaca dengan keras dan mendengarkan
² Menggerakkan
bibir mereka dan mengucapkan tulisan di
buku ketika membaca
² Biasanya ia
pembicara yang fasih
² Lebih pandai
mengeja dengan keras daripada
menuliskannya
² Lebih suka
gurauan lisan daripada membaca komik
² Mempunyai
masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang
melibatkan Visual
² Berbicara
dalam irama yang terpola
² Dapat
mengulangi kembali dan menirukan nada,
berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses belajar
anak auditori :
1.
Ajak anak untuk ikut berpartisipasi
dalam diskusi baik
di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2.
Dorong anak untuk membaca
materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan
musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan
ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan
anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan
dorong dia untuk mendengarkannya
sebelum tidur.
Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara
lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui
bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam
berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah
kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
² Berbicara
perlahan
² Penampilan
rapi
² Tidak
terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
² Belajar
melalui memanipulasi dan praktek
² Menghafal
dengan cara berjalan dan melihat
² Menggunakan
jari sebagai petunjuk ketika membaca
² Merasa
kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
² Menyukai
buku-buku dan mereka mencerminkan aksi
dengan gerakan tubuh saat membaca
² Menyukai
permainan yang menyibukkan
² Tidak dapat
mengingat geografi, kecuali jika mereka
memang pernah berada di tempat itu
² Menyentuh
orang untuk mendapatkan perhatian mereka
Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
Strategi untuk mempermudah proses belajar
anak kinestetik:
1. Jangan paksakan anak untuk belajar
sampai berjam-jam.
2. Ajak anak untuk belajar sambil
mengeksplorasi
lingkungannya
(contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda,
gunakan
obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
3. Izinkan anak untuk mengunyah permen
karet pada saat
belajar.
4. Gunakan warna terang untuk menghilite
hal-hal penting
dalam
bacaan.
5. Izinkan anak untuk belajar sambil
mendengarkan musik.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi
belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak
dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang
yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.
Bagaimana dengan gaya belajar Anda?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar